Kamis, 18 Maret 2010

cowok itu bernama andi

02 Januari 

aku ketemu sama dia lagi di halte. cowok sekolah sebelah itu. ya ampun!!! biar gimana-gimana dia tetap enak di lihat. matanya bikin nggak kuatttt.... omigod!!! tiap pagi dia selalu tersenyum padaku. dan ini sudah senyuman ke 91 yang aku lihat dari dia. kenapa dia nggak nyamperin aku sih. bikin keki aja! namanya andi.. menurut name tagnya sih begitu. keliatan dari seragamnya. dilehernya selalu menggantung kamera hitam. tapi lihat senyumnya aja aku sudah mati berdiri apalagi kalau dia nyamperin? bisa mati kaku beneran


05 Januari 

arrrghhh andi nggak ada di halte..... gimana gimana??? pusinggg...... 

hmft!! kenapa dia nggak muncul ya??? atau jangan-jangan dia sakit?? tidak....

efek nggak ketemu andi hari ini

1. telat datang kesekolah, hukuman sapu halaman sampai bersih SENDIRIAN!

2. pusing, lemah, lesu, laper, nggak bergairah (loh..), nggak konsen.. hasilnya dapat lemparan kapur tulis dari guru killer

3. males pulang

4. gatal-gatal

5. malas makan

6. pengen tidur tapi nggak bisa

7. pusing

8. pengen ketemu dia.. ai mis yu


20 Januari 

aku capek. dia benar-benar nggak ada dimanapun. di halte nggak ada, di halte nggak ada, di halte nggak ada.. aku cuma bisa menemukan dia di halte ini jadi aku cuma cari dia disini. hiks2 pengen nangis deh! pokoknya besok aku harus tunggu dia, biar kata berangkat subuh juga nggak masalah! oke.. semangat.. :)


21 Januari 

hmmh... berat banget harus tulis ini semua. intinya aku hari TETAP nggak ketemu sama andi. tapi aku berhasil menculik temannya. cewek yang pakai seragam sama seperti dia. 

"sorry, kamu kenal andi?"

"andi yang mana ya?"

"andi yang biasanya naik angkot di halte ini juga. dia pakai kacamata putih trus biasanya pakai jaket cokelat. seragamnya sama kok kayak kamu"

"andi ya?"

"iya.... nggak kenal ya?"

"em... yang namanya andi sih banyak. tau nama lengkapnya nggak?"

"waduh kalau itu aku nggak tau"

"emmm.... aku kenal sih andi yang model kayak gitu. satunya masih kelas 2 anak ipa. satu lagi dia udah meninggal. dia anak eskul fotografi..."

"iya itu!! dia biasanya bawa kamera nikon nggak tau sih tipe berapa. tapi yang jelas dia selalu bawa-bawa kamera itu."

"oh... kalau andi yang itu, dia udah nggak sekolah lagi dari 4 bulan yang lalu"

"masa sih? dia udah pindah sekolah?"

"dia udah meninggal"

"hah??? yang bener ah... orang tiap hari dia naik angkot di halte ini kok"

"ih... dibilangin kok nggak percaya. dia kecelakaan 4 bulan lalu. dia kritis dan baru seminggu dia meninggal. katanya sih gitu. masalahnya aku kemarin ikut acara sekolah. atau kamu tanya sendiri deh ke rumahnya. nggak jauh kok. kalau nggak salah cuma dua blok dari halte ini..."

cewek itu terus saja mengoceh dan kaki ku benar-banar nggak sanggup menahan lagi. aku terduduk lemas. kepalaku rasanya mau pecah. nggak mungkin dia sudah meninggal. orang jelas-jelas dia ada disini kok. dia pasti nyata. nggak mungkin aku berhalusinasi nggak jelas kayak gitu. dia pasti masih hidup. tapi selagi mendengar suara cewek itu mulai menghilang. air mataku nggak berhenti mengalir..

kututup buku bersampul cokelat itu. mulai menatap kearah kosong

"hmmmh.... andi namanya. akan terus hidup disini....."




Tidak ada komentar:

Posting Komentar