Pada intinya aku bingung...
Kalau aku bisa memilih, aku memilih untuk bertemu dia lebih awal.
Bukan menghindari untuk bertemu dia.
Tapi dia sama sekali nggak ngerti.
Dia datang kalau dia mau dan pergi tanpa mengucapkan apapun.
Haduhhh.... kalo ini yang namanya pacaran, mending nggak usah ajah deh!!!
Bikin esmosi, hot mosi, moshi moshi....
Semuanya tiba-tiba pergi dan datang secara tiba-tiba
Buat aku nggak bisa mengendalikan apapun.
Kamu... semoga aja baca tulisan ini..
Aku mulai nggak mengerti apapun tentang kamu
Tiba-tiba menghilang begitu aja, buat aku semakin nggak ngerti siapa kamu
Kamu selalu begitu
Kamu bilang aku egois, tapi sebenarnya siapa yang egois?
Aku berharap semua cepat berakhir
Waktu aku benar-benar putus asa, kamu datang lagi.. membuyarkan semuanya..
Aku bingung, kamu ataupun dia nggak akan pernah mengerti posisiku
Kamu selau aja membela dia, aku ini juga bagian dari hidup kamu
Kamu sendiri yang bilang begitu
Atau kamu lagi belajar untuk menjilat ludahmu sendiri?
Dia yang sekarang ada disamping kamu, kalau memang dia yang kamu pilih
Cobalah untuk lebih tegas menyelesaikan semua
Aku masih pengen memperbaiki semua ini
Tapi kalau kamu seperti ini aku mulai nggak sanggup
Cobalah untuk memahamiku sedikit aja
Aku nggak akan menangisi apapun yang kamu perbuat
Karena semua itu nggak penting untuk dibahas ataupun dipermasalahkan lagi
Yahh... bagiku kamu sudah terkubur dalam-dalam bercampur dengan semua amarahku
Apapun maumu, aku sudah muak dengan semua yang kamu lakukan..dan apapun itu namanya...
Janur kuning.. cincin.. atau acara mewah
Tidak ada lagi dalam daftarku bersama kamu 
Ps : Mr. A, you’re so suck



Tidak ada komentar:
Posting Komentar